XENTALA

  • Creative Commons License
  • Categories

  • January 2009
    M T W T F S S
    « May   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Blog Stats

    • 116,888 hits

Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing

Posted by xentala on January 11, 2009

Be Carefully Man

Xentala Climber

Xentala Climber

Wewww……

mari kita share2 disini tentang satu kata kunci penting yang berkenaan dengan olahraga yang cukup menantang dan memaacu adrenalin.

Banyak orang bilang ini adalah olahraga yang kurang berseni. apanya yang kurang berseni coba????

Mungkin mereka semua itu bilang karena mereka tidak pernah mencoba olahraga yang super duper keren ini menurut saya.

Satu hal yang menurut saya penting dalam melakukan pendakian, yaitu

Kelengkapan sebuah alat dan kepercayaan diri kita terhadap keamanan alat tersebut, setelah semua itu terpenuhi langkah selanjutnya adalah bagaimana teknik yang harus kita kuasai dalam melakukan suatu pendakian. Berikut ini  akan di jelaskan tentang bagaimana teknik-teknik yang lazim di gunakan dalam mendaki.

Teknik Mendaki :

  1. Face Climbing :Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir. Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.
  2. Friction / Slab Climbing :Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.
  3. Fissure Climbing : Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.

  • Jamming : teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan, kaki, atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak.
  • Chimneying : teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Badan masuk diantara celah, dan punggung di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula. Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan.
  • Bridging : teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.
  • Lay Back: teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan kedua kaki pada tepi celah yang berlawanan. Tangan menarik kebelakang dan kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik ke atas silih berganti.

Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat :

  1. Free Climbing :Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer.
  2. Free Soloing :Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri.Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.
  3. Atrificial Climbing :Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti paku tebing, bor, stirrup, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai.

<<Back

8 Responses to “Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing”

  1. gempita said

    lestari

  2. Mas Xentala, undangannya segera di jadwalkan deh.
    Aku juga suka kemping n aku mau anakku belajar panjat tebing, boleh dong ikutan ya, tapi dia baru 4 tahun.

  3. xentala said

    oke mba… nanti di tanyain sama anak2 dhe..
    Rock climbing yah…
    kalo kemping dlu gmana mba… Tapi blakangan ini cuacanya lagi gx bagus.. nti dhe klo qta ada plan dkasih tau.
    klo rock climbing latihan ja dlu di wall climbing, biar lebih aman mba…

  4. Kemping juga boleh, anakku yang perempuan dari umur 1,5 tahun dah aku ajak kemping lho, maklum aku ngajar anak STM jadi kalo mereka LDKS ya semua aku ajak. Begitu juga dengan yang laki-laki.
    Oh iya kita doakan agar para pendaki yang hilang dari Univ. Yarsi cepat ditemukan ya.

  5. amay said

    my live my adventure

  6. YAYAN said

    lestari………………..
    salam kenal dari SIPALA PASMAN

  7. xentala said

    hohohohohohoho,,, Really????

  8. xentala said

    salam kenal juga dari kami SIPALA PASMAN,
    makasih ya udh mau berkunjung ke gubuk riang kami…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: